Keputihan Pada Wanita

Bagi kebanyakan wanita, keputihan adalah momok yang menakutkan. Selain merasa tidak nyaman, seringkali keputihan membuat wanita menjadi tidak percaya diri. Tapi tahukah anda, bahwa sebenarnya tidak semua keputihan berbahaya.

keputihan pada wanita

[box type=”info”] dr Achmad Mediana SpOG dari Kemang Pregnancy and Lactation Care mengatakan, “Pada beberapa kondisi hormonal, seperti menjelang dan setelah menstruasi, stres, saat terangsang, atau hamil, keseimbangan itu terganggu, sehingga cairan vagina yang keluar menjadi berlebih,” ,dikutip dari femina.co.id[/box]

 

Ada dua jenis keputihan yang terjadi pada wanita, yakni:

1) Keputihan Fisiologis
Keputihan ini adalah keputihan yang normal, anda tidak perlu merasa khawatir jika mengalami hal tersebut. Biasanya keputihan fisiologis terjadi pada wanita yang telah mengalami menstruasi, yakni ketika wanita memasuki masa subur, sebelum dan sesudah menstruasi, atau pada saat mendapat rangsangan.

Ciri-cirinya sebagai berikut:

  • Cairan encer
  • Warna cairan transparan atau bening
  • Cairan tidak lengket
  • Tidak bau
  • Tidak menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan yang keluar tidak terlalu banyak

Untuk menghilangkan rasa tidak nyaman akibat keputihan ini, basuh organ intim dengan air bersih, keringkan dengan handuk bersih dan ganti pakaian dalam Anda.

 

2) Keputihan Patologis

Jika anda mengalami keputihan seperti ini, anda wajib waspada. Beberapa keputihan jenis ini adalah sinyal penyakit di organ kewanitaan atau daerah rahim.

Ciri-ciri keputihan tidak normal adalah:

  • Cairannya kental
  • Biasanya berwarna putih susu, kuning, kehijauan atau keabu-abuan
  • Cairan terkadang lengket
  • Menimbulkan bau tidak sedap
  • Menyebabkan gatal
  • Jumlah cairan banyak dan akan meninggalkan bercak pada pakaian dalam

Jika anda mengalami hal tersebut atau bahkan sudah sering terjadi, maka segera periksakan kondisi anda ke dokter.

 

[box type=”info”] Menurut dr. Achmad, keputihan yang bersifat patologis atau tidak normal dipicu oleh kondisi vagina yang lembap dan tidak bersih. Biasanya, ini terjadi karena setelah buang air kecil langsung menggunakan celana dalam tanpa dilap atau dikeringkan dulu, atau tidak mengganti pembalut, tampon, dan panty liner sepanjang hari. Dikutip dari femina.co.id [/box]

[box type=”warning”] Keputihan patologis rawan terjadi pada wanita pekerja. Karena bekerja selama satu hari penuh, biasanya wanita tidak sempat untuk mengganti celana dalamnya. Hal itu membuat kondisi vagina menjadi mudah lembap. Apalagi, Indonesia merupakan negara tropis yang mudah memicu kelembapan pada vagina.[/box]

Untuk mencegah terjadinya keputihan patologis dan menyehatkan organ kewanitaan, saran kami konsumsi Nes V secara teratur.

 

Sumber : vemale.com dan femina.co.id

 

Share Ke Teman & KeluargamuShare on FacebookTweet about this on TwitterShare on TumblrShare on LinkedInShare on Google+

DAPATKAN INFO KESEHATAN PENTING
Langsung Di Inbox Mu!

Jadilah orang yang pertama tahu berbagai info penyakit disekitar anda.

Loading Facebook Comments ...

DAPATKAN INFO KESEHATAN PENTING
Langsung Di Inbox Mu!

Jadilah orang yang pertama tahu berbagai info penyakit disekitar anda.