Pengobatan yang berasal dari alam sudah ada sejak zaman ratusan ribu yang lalu, konon dimulai oleh nenek moyang kita. Sejarah peradaban penduduk di Mesir, Indoa, Yunani dan Cina sejak dahulu telah tercatat menggunakan bahan-bahan rempah-rempah, berbagai kulit kayu dan dedaunan hijau untuk dijadikan obat. Begitupun dengan negara kita, pengobatan herbal tradisional “jamu” telah menjadi budaya tersendiri dari dulu sampai era modern saat ini. Obat herbal telah diterima sebagai bagian dari salah satu cara meraih hidup sehat. Setiap tahunnya sekitar 30 sampai 40 % terjadi peningkatan industri jamu di Indonesia. Departemen kesehatan pada tahun 2010 pernah melakukan penelitian tentang pemanfaatan jamu di Indonesia. Hasilnya, sekitar 59,12% penduduk Indonesia pernah mengkonsumsi jamu. Dari jumlah tersebut sebesar 95,6% orang mengakui telah merasakan manfaatnya.

hidup-sehat-alami-herbalam

“Pada pengobatan tradisional herba, tubuh dirangsang untuk membuat zat aktif yang dapat melawan penyakit. Jadi pemberian obat tradisional ditujukan kepada sistem pertahanan tubuh, tidak seperti pemberian obat modern yang ditujukan langsung pada penyakitnya,” tutur dr. H. Arijanto Jonosewojo, SpPD, Ketua Program Studi Pengobatan Tradisional, Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Surabaya.

Menjaga kesehatan dengan kembali ke alam, bukan hanya tentang mengkonsumsi obat herbal. Lebih dari sekedar itu, tubuh kita yang memang bagian dari alam itu sendiri harus memahami bahwa menjaga kesehatan dimulai dari membiasakan diri dengan pola makan sehat, pola aktivitas dan istirahat yang seimbang, agar tercipta hidup yang selaras.